Inspirasi

Rabu, 22 Juli 2015

SALAT TAHIYATUL MASJID



Masjid merupakan rumah Allah yang mulya, bahkan juga dikatakan bahwa tempat yang paling baik di dunia adalah masjid itu sendiri. Seseorang yang masuk masjid diperintahkan untuk menjaga adab-adab masuk ke dalam masjid, diantaranya adalah shalat untuk menghormati sebagai penghormatan atas masjid, atau shalat tahiyatul masjid.
 
Shalat tahiyatul masjid disyariatkan pada setiap waktu ketika masuk masjid dan hukumnya adalah sunnah yang dilakukan sebanyak dua raka’at. Imam al-Nawawi didalam al-Majmu’ berkata : “Disunnahkan bagi seseorang yang masuk masjid melaksanakan shalat sebanyak 2 raka’at yaitu shalat tahiyatul masjid”

Kesunnahan shalat tahiyatul masjid didasarkan pada sabda Nabi Shallallahu ‘alayhi wa Sallam :



 “Apabila salah seorang diantara kalian masuk masjid, maka shalat dua raka’at sebelum duduk” (HR. Imam al Bukhari dan Muslim)



“Apabila salah seorang diantara kalian masuk masjid, maka janganlah duduk hingga melaksanakan shalat dua raka’at” (HR. Al Bukhori dan Muslim)

Berdasarkan hadits ini pula, makruh duduk dimasjid sebelum melakukan shalat tahiyatul masjid bila tanpa ada udzur. Shalat tahiyatul masjid juga tidak dibatasi oleh waktu-waktu yang dilarang shalat seperti setelah ‘Ashar dan sebagainya.

Imam al-Nawawi didalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan : “Didalam hadits tersebut mengandung anjuran melaksanakan shalat tahiyatul masjid sebanyak dua raka’at, itu hukumnya sunnah berdasarkan ijma’ kaum muslimin, namun ada pendapat berbeda yang diceritakan oleh al-Qadli ‘Iyadl dari Daud adh-Dhohiri dan ashhabnya yang menghukumi wajib. Didalam hadits tersebut juga mengandung pernyataan kemakruhan duduk tanpa melakukan shalat terlebih dahulu, makruh yang dimaksud adalah makruh tanzih (makruh yang tidak berdosa). Selain itu, hadits tersebut juga mengandung anjuran shalat tahiyatul masjid kapanpun ketika memasuki masjid, inilah madzhab kami (Syafi’iyah), ini pula yang dipegang oleh jama’ah ulama. Namun, Abu Hanifah, al-Awza’iy dan al-Laits menghukumi makruh melaksanakan shalat tahiyatul masjid pada waktu-waktu yang terlarang. Terkait pernyataan ini, ashhab kami (ulama Syafi’iyah kami) memberikan tanggapan bahwa larangan tersebut adalah umum yang tanpa adanya sebab, karena Nabi Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam pernah shalat setelah ‘Ashar (ba’da Ashar adalah waktu yang dilarang shalat, penj) sebanyak 2 raka’at untuk mengqadla’ shalat sunnah Dhuhur. Maka khusus waktu terlarang, diperbolehkan shalat padanya apabila memiliki sebab.  Dan shalat tahiyatul masjid tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan apapun bahkan Nabi Shallallahu ‘Alayhi wa sallam ketika khutbah di hari jum’at memerintahkan orang yang masuk masjid kemudian duduk supaya berdiri kembali kemudian shalat dua raka’at, meskipun shalat disaat khutbah sedang berlangsung itu dilarang namun dikecualikan shalat tahiyatul masjid”.

Didalam al-Majmu’, Imam al-Nawawi juga berkata : “Ulama sepakat atas kesunnahan tahiyatul masjid dan memakruhkan duduk tanpa melakukan shalat tahiyatul masjid bila tanpa adanya udzur”.  

Ketika Shalat dan Khutbah

Apabila seseorang masuk masjid sedangkan shalat jama’ah akan dirikan atau shalat sudah dirikan setelah memasuki masjid dan belum melaksanakan shalat tahiyatul masjid, maka tidak perlu shalat tahiyatul masjid, sebaliknya mengikut pelaksanakan shalat fardlu, karena pahala shalat tahiyatul masjid telah diperoleh dengan langsung shalat fardlu tersebut.



Nabi Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam bersabda:




“Apabila akan didirikan shalat (iqamah diserukan), maka tidak ada shalat kecuali shalat maktubah”.

Apabila ketika seseorang masuk masjid pada hari Jum’at sedangkan imam sudah berada diatas mimbar, maka tetap disunnahkan melaksanakan shalat tahiyatul masjid, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam:




“Apabila salah seorang diantara kalian datang pada hari Jum’at dan imam sedang berkhutbah, maka tetaplah shalat dua raka’at, kemudian duduk” (HR. Abu Daud dan Ahmad)

Imam Al-Nawawi didalam kitab al-Majmu’ berkata: “Madzhab kami (Syafi’iyah) menganjurkan bagi seseorang yang masuk masjid pada hari Jum’at dan imam sedang berkhutbah agar  tetap melaksanakan shalat dua raka’at tahiyatul masjid serta meringankan shalatnya, dan makruh baginya meninggalkan shalat tahiyatul masjid. Inilah yang dipegang oleh al-Hasan al-Bashri, Makhul, al-Maqburi, Sufyan bin ‘Uyaynah, Abu Tsaur, al-Humaidi, Ishaq, Ibnu Mundzir, Daud dan yang lainnya. Sedangkan ‘Atha’     bin Abi Rabah, Syuraikh, Ibn Sirin, al-Nakho’i, Qatadah, Malik, al-Laits, Sufyan al-Tsauri, Abu Hanifah dan Sa’id bin Abdul ‘Aziz berpendapat tidak dianjurkan shalat apapun. Pendapat berbeda juga dikemukakan oleh Abu Majlaz bahwa jika ingin shalat maka shalatlah, jika tidak, ya tidak”.

Namun apabila imam sudah akan mengakhiri khutbahnya, maka tidak boleh shalat sebab tepat waktu mengawali shalat bersama imam itu fardlu maka tidak boleh menyibukkan dengan sesuatu yang sunnah.


Raka'at dan Niat Shalat Tahiyatul Masjid

Telah dijelaskan diatas bahwa shalat tahiyatul masjid dilakukan sebanyak dua raka’at berdasarkan hadits. Namun, apabila shalat tersebut dilakukan lebih dari dua raka’at dengan satu kali salam maka itu boleh sebagaimana disebutkan didalam kitab Al Majmu' Imam al-Nawawi, sebab itu termasuk penghormatan pada masjid karena terperinci atas dua raka’at. Akan tetapi, bila berupa shalat Jenazah, sujud tilawah atau sujud syukur, atau shalat 1 raka’at maka itu tidak cukup sebagai penghormatan atas masjid.

Dalam hal niat, tidak disyaratkan niat tahiyatul masjid, bahkan boleh shalat dua raka’at dengan niat shalat mutlaq, niat shalat sunnah rawatib dua raka’at atau selain rawatib, niat shalat fardlu mu’adah (i’adah), shalat qadla’ ataupun shalat nadzar, semua itu sudah mencukupi, dan memperoleh pahala shalat yang diniatkan serta pahala tahiyatul masjid.

Masuk Masjid Berulang Kali

Bagaimana bila seseorang bolak balik masuk keluar masjid pada suatu waktu, apakah shalat tahiyatul masjid cukup satu kali?. Imam al-Nawawi didalam Al Majmu’ berkata: “Seandainya berulang-ulang masuk masjid pada suatu waktu, shahibut Tatimmab berkata: dianjurkan melakukan shalat tahiyatul masjid setiap kali masuk, sedangkan al-Mahamili didalam al-Lubab berkata : aku berharap telah mencukupi shalat tahiyatul masjid sekali saja, sedangkan pendapat yang pertama lebih kuat dan lebih dekat pemahamannya dengan dhahir hadits”

Rabu, 31 Desember 2014

RPP IPS Kelas IX semester 2 KD 5.1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Nama Sekolah             : SMP 1 Doro
Mata Pelajaran             : Ilmu Pengetahuan Sosial
Kelas / Semester          : IX / 2 (dua)
Standar Kompetensi     : 5.    Memahami hubungan manusia dengan bumi.                                       
Kompetensi Dasar       : 5.1. Menginterpretasikan peta tentang pola dan bentuk-bentuk
                                         muka bumi.
Alokasi waktu              : 6 jam pelajaran ( 3 x pertemuan )

A. Tujuan Pembelajaran        :
Setelah mempelajari materi siswa diharapkan mampu :
  1. Menganalisis bentuk-bentuk muka bumi pada peta beserta nama-namanya.
  2. Membuat diagram/penampang melintang bentuk muka bumi daratan dan dasar laut.
  3. Mendeskripsikan pola dan bentuk objek geografis sesuai dengan bentang alam

v  Karakter siswa yang diharapkan :          Dapat dipercaya ( Trustworthines)
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Jujur ( fairnes )
Kewarganegaraan ( citizenship )

B. Materi Pembelajaran         :
1.        Bentuk-bentuk muka bumi pada peta.
2.        Diagram Bentuk muka bumi daratan dan dasar laut.
3.        Teknik/Cara penggambaran bentuk muka bumi pada peta.

C. Metode Pengajaran           :
1.                              Ceramah bervariasi
2.                              Diskusi
3.                              Inquiry
4.                              Tanya Jawab
5.                              Simulasi
6.                              Pengamatan ( observasi )

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran           :
1.   Pertemuan I   
      Materi  : - Bentuk-bentuk muka bumi pada peta.                    
a. Pendahuluan            :
Memeriksa kehadiran siswa, kebersihan dan kerapian kelas.
Motivasi           : Menunjukkan gambar/foto permukaan bumi
Apersepsi         :
-          Mengapa permukaan bumi tidak rata?
-          Pernahkah kalian pergi ke pantai atau ke gunung? Sebutkan apa saja yang kamu lihat?

b. Kegiatan Inti.
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F  Guru meminta siswa untuk memperhatikan peta.
F  Siswa menyebutkan relief yang ada pada peta.

§ Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F  Siswa menyimpulkan kegiatan guru.
F  Guru memberikan pertanyaan pada siswa dengan berdiskusi interaktif.

§ Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
F  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
F  Membuat kesimpulan.
F  Melakukan tes yang berhubungan dengan materi.
F  Memberi tugas individu agar siswa menyebutkan contoh relief daratan dan dasar laut lewat gambar majalah atau Koran.

2.   Pertemuan II 
      Materi  : - Diagram bentuk muka bumi daratan dan dasar laut.
                   
a. Pendahuluan            :
Memeriksa kehadiran siswa, kebersihan dan kerapian kelas.
Motivasi           : Menunjukkan gambar/foto permukaan bumi
Apersepsi         :
-          Berilah contoh relief permukaan bumi dan dasar laut?.

b. Kegiatan Inti.
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F  Guru meminta siswa untuk memperhatikan gambar-gambar bentuk permukaan bumi daratan dan dasar laut.
F  Siswa menjelaskan perbedaan daratan dan dasar laut.

§ Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F  Secara bergantian siswa maju ke depan untuk menunjukkan contoh relief daratan dan dasar laut.
F  Secara kelompok siswa membuat kesimpulan tentang bentuk muka bumi daratan dan dasar laut.

§ Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F  memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
F  memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
F  memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
F  memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
Ø  berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
Ø  membantu menyelesaikan masalah;
Ø  memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
Ø  memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
Ø  memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
F  Melakukan tes yang berhubungan dengan materi di atas.
F  Memberi tugas individu di LKS.


3.   Pertemuan III
      Materi  :
                    - Pola dan bentuk objek geografis.                

a. Pendahuluan            :
Memeriksa kehadiran siswa, kebersihan dan kerapian kelas.
Motivasi           : Menunjukkan gambar/foto objek geografis
Apersepsi         :
-          Berilah contoh Pola dan bentuk objek geografis?.

b. Kegiatan Inti.
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F  Guru meminta siswa untuk memperhatikan gambar-gambar pola dan bentuk objek geografis

§ Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F  Secara bergantian siswa maju ke depan untuk menunjukkan contoh pola dan bentuk objek geografis
F  Secara kelompok siswa membuat kesimpulan tentang pola dan bentuk objek geografis

§ Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F  memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
F  memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
F  memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
F  memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
Ø  berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
Ø  membantu menyelesaikan masalah;
Ø  memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
Ø  memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
Ø  memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
F  Melakukan tes yang berhubungan dengan materi di atas.
F  Memberi tugas individu di LKS.

E. Sumber Belajar:
1.                                                                  Buku
-          Buku IPS kelas IX
-          Buku paket Geografi kelas IX
-          Buku IPS kelas IX penerbit umum
2.                                                                  Guru
3.                                                                  OHP
4.                                                                  Gambar-gambar
5.                                                                  CD
6.                                                                  Peta Kontur

F. Penilaian Hasil Belajar:                
Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Teknik
Bentuk
 Instrumen
Contoh
Instrumen
Ü  Menganalisis bentuk-bentuk muka bumi pada peta.

Ü  Membuat diagram/ penampang melintang bentuk muka bumi daratan dan dasar laut.

Ü  Mendeskripsikan pola dan bentuk obyek geografis sesuai dengan bentang alam.


Tes harian


Tes unjuk kerja


Tugas

Tes Uraian


Produk



Tugas rumah
Ü  Jelaskan empat dari bentuk muka bumi daratan.
·   
Ü  Buatlah penampang bentuk muka bumi daratan  dan dasar laut!

Ü  Amatilah peta bentuk muka bumi Pulau Kalimantan. Jelaskan pola dataran rendah dan pegunungan di pulau tersebut!
                       
a.      Pilihan ganda
1.  Berikut ini bentuk-bentuk muka bumi daratan, kecuali…….
a.    Bukit                   c. Palung
b.    Danau                 d. gunung





                  2. Pada gambar di atas, lembah ditunjukkan pada angka…….
a.       1                      c. 3
3
 
                              b.   2                      d. 4



 






3. Pada gambar di atas, palung ditunjukkan pada angka…….
                              a.       4                      c. 2
b.      3                      d. 1

4. Lembar penilaian
No
Nama Siswa
Aspek yang di nilai
Jumlah Skor
Nilai
1
2
3
4
1-5
1-5
1-5
1-5
1.
2.
3.
4.
5.









Keterangan aspek yang dinilai.
Ø  Komentar.                                                                 5
Ø  Isi sesuai dengan materi.                                            5      
Ø  Jumlah (banyak sedikitnya)                                        5
Ø  Kerapian                                                                   5      +
                                                                               20
Jumlah skor maksmum
Nilai = skor perolehan : 3
                                                                                   
Mengetahui,
Kepala SMP 1 Doro,



USMAN, S.Pd
NIP. 19670724 198901 1 002

Doro, 14 Juli 2014
Guru Mapel  IPS,



KHAIRUL HUDA